BUMD Bidik Pasar Muhammadiyah, Pemprov Minta Kerja Sama Segera Jalan

Kerjasama BUMD Pemprov Lampung PT Wahana Raharja dengan PW Muhammadiyah Lampung di Gedung Pusiban, Selasa 30 Juni 2026.–

PRIMENEWSUPDATE.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung meminta kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Wahana Raharja (Perseroda) dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi segera diwujudkan dalam langkah bisnis yang nyata.

Salah satu peluang yang didorong adalah menjadikan jaringan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, hingga berbagai amal usaha Muhammadiyah sebagai pasar potensial bagi PT Wahana Raharja. Sebaliknya, produk-produk yang dihasilkan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah juga diharapkan dapat dipasarkan melalui jaringan bisnis BUMD tersebut.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Lampung melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura, pada penandatanganan MoU antara PT Wahana Raharja dan PWM Lampung di Ruang Pusiban, Selasa (30/6/2026).

Pemprov menilai kolaborasi tersebut harus menjadi instrumen penguatan ekonomi daerah, bukan sekadar agenda seremonial.

Menurut gubernur, PT Wahana Raharja memiliki peran strategis sebagai BUMD dalam mengembangkan usaha sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara Muhammadiyah memiliki jaringan ekonomi yang luas melalui sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga sosial, hingga unit-unit usaha yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Lampung.

“Sinergi dua kekuatan ini harus mampu melahirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah,” demikian isi sambutan gubernur.

Pemprov juga menetapkan tiga fokus utama implementasi kerja sama tersebut.

Pertama, membuka peluang usaha baru yang mampu memperkuat ekonomi lokal dari hulu hingga hilir. Kedua, memperluas pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan jaringan Muhammadiyah sehingga layanan PT Wahana Raharja semakin mudah dijangkau. Ketiga, mendorong pemberdayaan masyarakat agar menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi melalui program berbasis komunitas dan keumatan.

Agar kerja sama segera menghasilkan dampak, Pemprov meminta kedua belah pihak segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS), rencana aksi, pelaksanaan program yang terukur, hingga evaluasi berkala. Pemerintah Provinsi Lampung juga menyatakan siap mengawal implementasinya agar berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Lampung, Prof. Sudarman, menilai kerja sama tersebut membuka peluang integrasi kekuatan ekonomi antara Muhammadiyah dan BUMD yang sama-sama memiliki jaringan usaha yang besar.

Ia menjelaskan Muhammadiyah memiliki pusat bisnis, jaringan TokoMu, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, serta berbagai amal usaha ekonomi yang tersebar di seluruh Lampung.

Melalui kerja sama tersebut, PT Wahana Raharja berpeluang menjadi penyedia berbagai kebutuhan lembaga-lembaga Muhammadiyah, mulai dari pengadaan barang hingga jasa.

“Kalau sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan unit-unit usaha Muhammadiyah membutuhkan berbagai barang dan jasa, itu bisa dipenuhi oleh Wahana Raharja,” ujarnya.

Di sisi lain, produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha Muhammadiyah maupun Aisyiyah juga akan dipasarkan melalui jaringan bisnis PT Wahana Raharja sehingga memiliki akses pasar yang lebih luas.

Sudarman bahkan membuka peluang pembentukan badan usaha bersama apabila kerja sama berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan.

Sebagai tindak lanjut, PWM Lampung akan mengumpulkan pengelola TokoMu di berbagai daerah untuk memetakan bentuk kerja sama yang paling siap dijalankan. Muhammadiyah juga akan mengundang kepala sekolah, pimpinan perguruan tinggi, pengelola rumah sakit, serta pengelola amal usaha lainnya guna mengidentifikasi kebutuhan yang dapat disinergikan dengan PT Wahana Raharja.

Langkah tersebut diharapkan mempercepat realisasi kerja sama sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung melalui penguatan jaringan usaha berbasis komunitas.(*)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *