Kadisnaker Lampung Buka Job Fair di Poltekkes, Ungkap Masih Ada 202 Ribu Penganggur

Kepala Dinaker Lampung Agus Nompitu buka job fair 2026 di Politkkes.-- Foto: ist.--
Kepala Dinaker Lampung Agus Nompitu buka job fair 2026 di Politkkes.– Foto: ist.–

PRIMENEWSUPDATE.ID – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung Agus Nompitu menegaskan job fair menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran di Lampung yang masih mencapai sekitar 202 ribu orang.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, peluang kerja diharapkan semakin terbuka bagi lulusan baru maupun masyarakat pencari kerja.

Hal tersebut disampaikan Agus Nompitu saat membuka Job Fair 2026 yang digelar Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang di Auditorium Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Kamis 30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan alumni, mahasiswa tingkat akhir, dan masyarakat umum serta menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor.

Agus mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Provinsi Lampung mencapai 5,12 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,91 juta orang telah bekerja, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,95 persen.

“Artinya masih ada sekitar 202 ribu penduduk yang belum memperoleh pekerjaan. Karena itu dibutuhkan sinergi semua pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja,” ujar Agus, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Agus, penyelenggaraan job fair merupakan langkah strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Selain mempercepat proses rekrutmen, kegiatan tersebut juga membantu dunia usaha memperoleh sumber daya manusia sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan itu, Agus juga memperkenalkan Aplikasi SiGajah Lampung (Sistem Informasi Ketenagakerjaan Daerah) sebagai inovasi digital Disnaker Provinsi Lampung.

Aplikasi tersebut menyediakan layanan informasi lowongan pekerjaan, program magang, pelatihan kerja, konsultasi ketenagakerjaan hingga layanan bagi calon pekerja migran melalui fitur SiGajah Migran.

Ia menilai pemanfaatan teknologi menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Lampung di tingkat nasional maupun global.

Sementara itu, sebanyak 25 perusahaan dan institusi berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, mulai dari rumah sakit, klinik, laboratorium kesehatan, perbankan, industri hingga instansi pemerintah ikut Job Fair tersebut.

Mereka membuka lowongan untuk tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, analis laboratorium medis, tenaga farmasi, kesehatan lingkungan, hingga berbagai posisi administratif dan sektor jasa.(*)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *