Wagub Jihan Minta Penanganan Stunting Lampung Berbasis Data, Bukan Sekadar Kejar Angka

PRIMENEWSUPDATE.ID – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta penanganan stunting tidak sekadar berorientasi pada penurunan angka prevalensi, tetapi harus berbasis data yang akurat, tepat sasaran, dan melibatkan lintas sektor.
Hal itu disampaikan Jihan dalam Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (30/9/2026).
Jihan mengatakan, Lampung menargetkan prevalensi stunting sebesar 12,62 persen pada 2026 dan 10,83 persen pada 2029. Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Mindset kita perlu diawali bahwa sebetulnya kita bukan mengejar hanya persoalan prevalensi atau angka prevalensi saja. Stunting ini adalah bagaimana investasi sumber daya manusia ke depannya,” ujar Jihan.
Ia juga menyoroti masih lebarnya disparitas penanganan stunting antar kabupaten/kota, serta pentingnya memperbaiki akurasi data hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, intervensi harus diarahkan berdasarkan identitas, alamat, faktor risiko, hingga kebutuhan masing-masing sasaran agar program yang dijalankan benar-benar efektif.
“Pendekatan kita itu harus makin bergerak menuju by name, by address, by problem, dan juga by intervention,” tegasnya.
Jihan menekankan, penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari sanitasi, pendidikan, ketahanan pangan hingga perlindungan sosial.
“Data menentukan intervensi, intervensi menentukan program kita, dan program kita menentukan anggaran, bukan sebaliknya,” tandasnya.
Ia berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga anak-anak Lampung dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif sejak dini.(*)