PRIMENEWSUPDATE.CO.ID – Keberagaman suku dan budaya di Provinsi Lampung kembali ditegaskan sebagai kekuatan utama dalam mendorong pembangunan daerah. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Halal Bihalal Paguyuban Pasundan Wilayah Lampung 2026 yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua Paguyuban Pasundan Provinsi Lampung, Abdul Hakim, menyerukan kepada masyarakat Sunda di perantauan agar terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan “Sang Bumi Ruwa Jurai”. Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum pertemuan sebagai sarana mempererat ukhuwah serta memperkokoh kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Memperkokoh kebersamaan dan mengawal proses pembangunan di Provinsi Lampung adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hakim juga mengingatkan pentingnya menghidupkan filosofi leluhur Sunda di tanah rantau melalui tiga pilar utama, yakni *Silih Asah*, *Silih Asih*, dan *Silih Asuh*.
Ia menjelaskan, *Silih Asah* bermakna saling mencerdaskan dan berbagi pengetahuan, *Silih Asih* sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian antar sesama, serta *Silih Asuh* yang berarti saling melindungi dan menguatkan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai semboyan, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
“Nilai-nilai ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya di Lampung,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa bagi masyarakat Sunda di Lampung, daerah ini bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi telah menjadi rumah kedua yang harus dijaga dan dibanggakan bersama.
“Lampung adalah rumah kita bersama. Tempat yang kita cintai dan harus kita bangun bersama-sama,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga saling mendukung, menghargai, dan memajukan satu sama lain dalam keberagaman.
“Mari kita teguhkan semangat guyub bangun Lampung, guyub dalam persaudaraan, kebersamaan, dan kontribusi nyata,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal Paguyuban Pasundan Lampung, Dedeh Kurniasih, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 tamu undangan dan dirangkaikan dengan pelantikan Pasundan Istri (PASI) Provinsi Lampung sebagai organisasi pemberdayaan perempuan.
“Selain halal bihalal, ada juga pelantikan PASI, tausyiah agama, dan pertunjukan seni Sunda,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan soliditas antar anggota serta mempererat tali silaturahmi masyarakat Sunda di Lampung.
Apresiasi juga datang dari Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yanyan Ruchyansyah. Ia menilai Paguyuban Pasundan memiliki peran penting sebagai wadah silaturahmi sekaligus pelestarian budaya Sunda di tanah rantau.
“Paguyuban Pasundan menjadi ruang untuk menjalin silaturahmi, bertukar informasi, dan mengenalkan budaya Sunda di Lampung,” kata Yanyan.
Dalam kegiatan tersebut, Nana Nasilah resmi dilantik sebagai Ketua PASI Provinsi Lampung, menandai penguatan peran perempuan dalam mendukung kiprah Paguyuban Pasundan di daerah.(*)
