Di Balik Jeruji, Pendidikan Tetap Berjalan

PRIMENEWSUPDATE.ID — Tembok rutan tak menjadi batas untuk kembali menata masa depan. Melalui program SMA Terbuka Pemerintah Provinsi Lampung, warga binaan di Rutan Kotabumi tetap mendapat kesempatan menempuh pendidikan formal.
Program tersebut dijalankan melalui SMAN 1 Kotabumi sebagai sekolah induk. Dari sekitar 23 peserta didik SMA Terbuka, 15 di antaranya merupakan warga binaan Rutan Kotabumi.
Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari Putri, mengatakan para siswa di rutan mengikuti pembelajaran secara langsung dengan guru yang datang setiap pekan.
“Setiap minggu, guru dari masing-masing mata pelajaran datang ke sana. Ruangan sudah disiapkan di rutan, jadi mereka belajar seperti biasa,” ujar Media, Rabu (7/10/2026).
Pembelajaran berlangsung setiap Sabtu dari pagi hingga sore. Menariknya, peserta SMA Terbuka tetap menjalani pendidikan selama tiga tahun seperti siswa SMA pada umumnya, bukan melalui program kejar paket.
Program yang digagas Pemprov Lampung ini tidak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga anak-anak yang putus sekolah karena berbagai kondisi.
Pihak sekolah bersama pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan pendataan serta sosialisasi untuk menjaring anak-anak yang kembali ingin mengenyam pendidikan.
“Target kami adalah merekrut sebanyak-banyaknya,” kata Media.
Bagi siswa yang terkendala jarak, sekolah juga membuka kemungkinan membentuk titik kegiatan belajar di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal peserta.
Program ini menjadi gambaran bahwa akses pendidikan tidak selalu harus menunggu siswa datang ke ruang kelas. Dalam kondisi tertentu, pendidikan justru hadir mendatangi mereka—termasuk di balik tembok rutan.
Bagi para warga binaan, kesempatan tersebut bukan sekadar mengikuti pelajaran, tetapi menjadi bekal untuk membuka jalan baru ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.(*)