Gubernur Mirza: Kebersamaan Jadi Kekuatan Lampung Barat, Pembangunan Harus Dimulai dari Desa

Gubernur Mirza saat menghadiri Pengajian Akbar bersama Ustaz Das’ad Latif di Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin, Selasa (29/9/2026), dalam rangka HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat.–

PRIMENEWSUPDATE.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai semangat kebersamaan dan persatuan menjadi kekuatan utama masyarakat Lampung Barat dalam menjaga keharmonisan sekaligus mendorong pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Mirza saat menghadiri Pengajian Akbar bersama Ustaz Das’ad Latif di Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin, Selasa (29/9/2026), dalam rangka HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat.

Di hadapan ribuan jemaah, Mirza mengapresiasi semangat “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama” yang dinilai mencerminkan kuatnya persatuan masyarakat dalam membangun daerah.

“Saya melihat ini tema yang sangat menggambarkan bagaimana pembangunan di Lampung Barat dan harus dicontoh kabupaten-kabupaten yang lain di Provinsi Lampung,” ujar Mirza.

Menurutnya, kebersamaan lintas elemen, mulai dari ulama, tokoh adat, dunia usaha hingga generasi muda, menjadi modal penting untuk memajukan daerah. Keberagaman suku dan agama yang hidup berdampingan juga dinilai sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan.

Mirza menegaskan, pembangunan Lampung Barat ke depan harus dimulai dari desa dengan mengoptimalkan potensi pertanian, perkebunan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Pembangunan itu harus dimulai dari desa. Potensi pertanian, perkebunan, usaha masyarakat, pariwisata, dan ekonomi kreatif di desa-desa akan kami dorong menjadi kekuatan baru yang menjadi pondasi kemajuan Lampung Barat ke depan,” katanya.

Selain infrastruktur dan ekonomi, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program satu desa satu sarjana dan satu desa satu hafiz Quran.

Mirza juga mengingatkan agar kemajuan daerah tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan nilai gotong royong masyarakat.

“Inilah menurut saya makna maju jejama. Kita maju bersama tanpa meninggalkan siapapun. Kita bangun bersama tanpa meninggalkan akar budaya,” tegasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tidak sekadar menjadi slogan peringatan hari jadi, tetapi diwujudkan melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan Lampung Barat. (*)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *