
PRIMENEWSUPDATE.ID – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional dengan meninjau calon lokasi pabrik bioetanol di Desa Kota Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Selasa (9/6/2026).
Peninjauan dilakukan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu. Keduanya juga meninjau lahan milik PTPN di Desa Rejosari, Natar, Lampung Selatan, yang direncanakan menjadi kawasan penanaman sorgum sebagai bahan baku bioetanol.
Todotua mengatakan, proyek tersebut menjadi bagian dari persiapan penerapan mandatori pencampuran bioetanol 10 persen (E10) pada BBM jenis bensin paling lambat 2028. Lampung dipilih sebagai proyek percontohan karena memiliki ketersediaan bahan baku, posisi strategis, serta dukungan infrastruktur logistik yang memadai.
Menurutnya, kebutuhan bioetanol terbesar akan berada di Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga Lampung dinilai ideal sebagai pusat pasokan untuk kedua wilayah tersebut.
Pada tahap awal, pemerintah bersama PT Pertamina New & Renewable Energy dan mitra investor akan membangun empat pabrik bioetanol berkapasitas masing-masing 60 ribu kiloliter per tahun. Total produksi ditargetkan mencapai 240-250 ribu kiloliter per tahun atau sekitar 10 persen kebutuhan nasional.
Pabrik bioetanol akan dibangun di atas lahan seluas 21 hektare di Tegineneng, Pesawaran, sementara pengembangan sorgum dilakukan di lahan sekitar Bandara Radin Inten II dan lahan PTPN Natar. Pembangunan fisik pabrik ditargetkan dimulai pada Agustus atau September 2026.
Todotua berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan agar proyek strategis tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)
