PRIMENEWSUPDATE.ID — RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung sistem kewaspadaan dini penyakit menular di Indonesia.
Berdasarkan Buletin Nasional Surveilans Sentinel ILI-SARI Kementerian Kesehatan RI, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Lampung tersebut menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pelaporan kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI) tingkat nasional.
Dalam laporan Surveilans Sentinel ILI-SARI Minggu ke-17 Tahun 2026 atau periode 26 April hingga 2 Mei 2026, RSUDAM mencatat sebanyak 15 kasus SARI dengan jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 15 sampel.
Capaian tersebut menempatkan RSUDAM di posisi kedua nasional setelah RSUP dr. Hasan Sadikin yang melaporkan 17 kasus.
Humas RSUDAM Lampung, Desy Yuanita, mengatakan keterlibatan rumah sakit dalam program surveilans sentinel merupakan bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam memantau perkembangan penyakit infeksi saluran pernapasan secara berkelanjutan.
“RSUD Abdul Moeloek sebagai rumah sakit rujukan provinsi memiliki komitmen untuk mendukung program surveilans nasional. Data yang kami laporkan menjadi bagian dari sistem pemantauan yang digunakan untuk mendeteksi secara dini potensi peningkatan kasus penyakit pernapasan, termasuk influenza maupun penyakit infeksi lainnya,” ujar Desy.
Menurutnya, pelaksanaan surveilans dilakukan melalui identifikasi pasien yang memenuhi kriteria SARI, pengambilan spesimen, hingga pelaporan data secara berkala kepada Kementerian Kesehatan.
Desy menjelaskan, tingginya jumlah kasus yang tercatat tidak serta-merta menunjukkan adanya peningkatan wabah, melainkan mencerminkan aktifnya pelaksanaan surveilans dan kemampuan rumah sakit dalam menjaring serta melaporkan kasus sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
“Yang terpenting adalah proses deteksi dan pelaporan berjalan dengan baik. Dengan begitu, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat dan cepat,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, secara nasional tercatat 75 kasus SARI dari target 175 kasus pada periode pelaporan tersebut.
Dari 72 spesimen yang berhasil dikumpulkan, sebanyak 44 spesimen telah diperiksa. Hasilnya menunjukkan positivity rate influenza sebesar 5 persen dan positivity rate COVID-19 sebesar 5 persen.
Selain RSUDAM, sejumlah rumah sakit sentinel lain yang berkontribusi dalam pelaporan kasus antara lain RSUP dr. Hasan Sadikin, RSUP dr. Sitanala, RSUD H. Amri Tambunan, RSUP dr. M. Hoesin, RSUP dr. Sardjito, serta beberapa rumah sakit rujukan lainnya di berbagai daerah.
Desy menegaskan RSUDAM akan terus memperkuat pelaksanaan surveilans, pengawasan penyakit menular, serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan kesehatan daerah dan nasional.
“Kami akan terus mendukung program Kementerian Kesehatan melalui pelaporan yang akurat, pengambilan spesimen yang sesuai prosedur, dan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit menular yang berpotensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(*)
